Standard Post

Jokowi Diminta Jadi Saksi Terpilihnya Cak Imin Secara Aklamasi


PKBNews - DEWAN Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) seluruh Indonesia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersedia membuka Muktamar PKB 20-22 Agustus 2019. Serta menjadi saksi terpilihnya kembali Muhaimin Iskandar atau Cak Imin secara aklamasi menjadi Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

""Kita semua berharap Bapak Jokowi bisa hadir di Bali membuka Muktamar PKB yang kami jamin akan sangat-sangat kondusif karena DPW sudah aklamasi meminta kembali Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi Ketum DPP PKB," ujar Ketua DPW PKB Jawa Tengah (Jateng) KH Yusuf Chudlori saat bersua Presiden Jokowi di Istana Merdeka, kemarin.

Gus Yusuf sapaan akrab KH Yusuf Chudlori menjamin pelaksanaan Mukhtamar PKB berjalan lancar. Apalagi sampai saat ini tidak ada kandidat lain yang akan maju dalam perebutan kursi ketua umum PKB.

"Sampai hari ini enggak ada (calon lain)," ucapnya.

Gus Yusuf menegaskan, dukungan dari para pengurus mulai dari tingkat DPC hingga DPW tak terlepas dari kepimpinan Cak Imin yang mampu membawa PKB memperoleh suara cukup signifikan dalam Pemilu 2019. Perolehan suara PKB meningkat dari Pemilu 2014.

"Semuaberkat kekompakan, kesolidan dan juga tentu berkat kepemimpinan beliau," katanya.

Fakta tersebut, ujar Gus Yusuf, yang membuat pengurus DPW PKB sepakat meminta kesediaan Cak Imin untuk menjadi ketua umum kembali dalam Muktamar yang digelar 20-22 Agustus 2019.

"Saya berharap kesolidan yang terus dijaga akan membawa kesuksesan pada Pemilu 2024. Maka kami melihat itu sepakat, teman-teman DPW ini untuk menjaga kesolidan ini untuk kesuksesan 2024 dengan kembali meminta kesediaan Cak Imin untuk menjadi ketua umum," tuturnya.

Terpisah Cak Imin mengaku belum tahu soal dukungan dari para pengurus DPW PKB untuk menjadi ketua umum kembali. Cak Imin meminta terkait akan terjadi aklamasi dalam Muktamar nanti ditanyakan kepada para DPW PKB.

"Tanya DPW, saya belum tahu. DPW yang lebih tahu," katanya.

Cak Imin berkata, tak bisa menolak jika para pengurus DPW PKB sepakat memilih dirinya kembali untuk memimpin partai yang didirikan para kiai Nahdlatul Ulama itu. Ia mengaku tak berani menolak perintah partai nantinya jika sepakat aklamasi.

"Ya kalau perintah partai siapa yang berani (menolak). Perintah partai harus dilaksanakan dan ditaati," tandasnya.