Standard Post

Penyerapan Dana Desa Capai 99 Persen di 2018


PKBNews - DALAM lima tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, penyerapan dana desa terus mengalami kenaikan. Pada 2015 pemerintah mengucurkan dana desa sebanyak Rp26,7 triliun, dengan presentase dana yang diserap yakni 82,72 persen.

"Pada 2015 begitu banyak persoalan soal dana desa. Saat itu Rp. 20,67 T dana desa diberikan. Ternyata uang bukan satu-satunya solusi. Untuk diketahui, 69,63 persen angkatan kerja di desa lulusan sekolah dasar, ini perlu dibimbing," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Menurut Menteri yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, pemerintah terus berkomitmen untuk mewujudkan nawacita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran.

Hal itu tercermin dari anggaran dana desa yang terus bertambah, diiringi dengan pembinaan dan pendampingan ke masyarakat desa

"Komitmen presiden Jokowi sangat kuat, harus bantu sampai siap, dinaikkan anggarannya buat desa. Beliau bilang pendampingan diperbaiki, kerja sama bersama pihak terkait ditingkatkan," ujar Menteri Eko.

Pada 2016, pemerintah mengucurkan dana desa Rp 46,98 triliun dengan penyerapan 97,65 persen. Kemudian pada 2017 dengan jumlah dana desa sebesar Rp60 triliun terserap 98,54 persen.

"Alhamdulillah dana desa untuk yang katanya cuma tamatan SD itu cukup ampuh saat didampingi. Pada 2018 ini berkali-kali lipat dibanding 2014. Dana desa mencapai Rp 60 triliun dengan penyerapannya 99," kata Menteri Eko.

Di sisi lain, Menteri Eko menambahkan bahwa penyerapan di angka 99 persen pada 2018 itu melampaui target awal sebesar 94 persen. Tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran dana desa sebanyak Rp. 70 triliun.

Dana desa digunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas di desa, antara lain jalan, jembatan, air bersih, embung, irigasi, MCK, dan posyandu.

"Rp. 70 triliun ini untuk 74.957 desa. Jadi bagaimana kita ke depannya tingkatkan pendapatan masyarakat desa agar mengembangkan perekonomiannya sendiri," tandas Menteri Eko.